Feed aggregator

Refleksi Empat Tahun di Flores

Christian - Mon, 02/09/2009 - 14:39

Salam blogger….

Hari ini postingan saya akan bercerita tentang refleksi  (bukan pijat refleksi yach…)selama empat tahun saya di Maumere Flores NTT. Ada banyak kesan, petualangan hingga suka dan duka yang saya alami selama di Flores. Semua itu masih teringat dan membekas di benak pikiranku.

Empat tahun di tanah orang boleh dikata adalah waktu yang cukup matang. Bagaimana tidak saya harus berani  jauh dari orang tua, berani beradaptasi dengan lingkungan yang baru, orang yang baru dan suasana yang baru. Bukan hanya lingkungan iklim pun menjadi tantangan tersendiri. Saat itulah perjalanan hidup seorang anak Toraja mencari sesuap nasi di tanah orang dimulai.

Lanjut…

Kwartet cowok M…A…C…H…O yang ganteng, cool dan berkarakter ditempatkan di Pulau Flores untuk membantu negara mensupport lalu lintas komunikasi baik itu data, voice dan video. Keempat cowok itu harus berjuang dan berkarya untuk hidup orang banyak demi kelancaran komunikasi tanpa terputus. Siapa saja mereka entar …kita simak dulu seperti apa yach Flores di Mata seorang Armantator.

Pas tahu ditempatkan di Flores, dibenak anda apa yang muncul?

Jujur dari lubuk hatiku paling dalam pas mendengar kata FLORES yang muncul adalah tanah gersang, terpencil, Panas, banyakan orang kulit hitam, keriting dan orangnya suka kekerasan dan suka mabuk- mabukan.

Setelah di Flores kesan anda pertama kali?

Tak  selamanya yang saya dengar itu benar sebelum saya membuktikannya. Ternyata Flores adalah tanah yang subur, menyimpan banyak pesona, orangnya ramah, kotanya menyenangkan, orangnya hitam manis pa lagi ceweknya..he..he, tidak semua keriting dan yang pastinya mereka senang dengan kedatangan orang yang baru.

Sesuai surat perjanjian  Kwartet Empat cowok MACHO…maka akan dilakukan penilaian secara JURDIL dan terbuka tentang karakter setiap personal. Tidak bermaksud menjelekkan, menjatuhkan dan menghina tetapi comitmen kita adalah menilai apa adanya sesuai yang kita alami dan rasakan selama empat tahun bersama. Kita mulai yuk…

1.   Dedy Isnandar: Nama panggilan Dedi lahir di Kendari 18 Agustus 1985. Boleh di kata dialah Kakak kami cie…yup that’s right cos dia yang paling tua. Menurutku Dedi itu paling dewasa walau terkadang gaya dan tingkahnya kayak anak kecil tapi sesungguhnya dia paling dewasa. Satu kata untuk menyimpulkan dirinya di mataku adalah CERDAS. Entah kenapa saya sangat mengagumi kecerdasannya. Ngak tahu dech apa dia mewarisi sifat dari Ayahnya. Gulungan rambutnya yg tampak keriting seolah menyimpan sejuta memori. Makin keriting tampaknya dia makin pinter. Anaknya suka MENOLONG en RAMAH. Bukan karena dia pernah menolong saya (itu juga satu bukti…) tapi aku bergumul dengan dia selama empat  tahun so aku bisa merasakan oh… merasakan oh… merasakan apanya yang dirasa? Maksudku merasakan kebaikannya. Bagiku Dedi itu adalah teman sharing yang paling menyenangkan. Jika ada masalah saya yang pribadi sekalipun saya ngak tanggung2 untuk mensharingkannya. Dia selalu memberikan nasehat yang masuk akal dan patut untuk dilakukan walaupun terkadang nasehat yang diberikan kepada orang lain belum tentu sanggup dia lakukan sendiri. Salah satu kecocokanku dengan dia adalah RAME dan GOKIL, suka nyanyi bareng walau suara pas-pasan dan pastinya suka membahas hal yang kadank bodoh trus dilebih2kan en jadinya heboh dan lebai..yuk. Dia anaknya CUEK tapi dibalik kecuekannya itu ternyata menyimpan hal yang kurang baik bagi saya. Apa aja tuh? Cuek dengan kebersihan dan kerapihan alhasil dia tuh sembrawut dan boleh dikata BERANTAKAN bahasa kasarnya (sori yach Ded kan dah komit kita mesti jujur) nah itu ngak banget buat gue. Cos aku orangnya sangat senang kebersihan dan rapih. Untuk menyimpulkan dia tentang kejelekannya adalah SEMBRONO why? Cos dia tuh suka sesukanya dia. Mau meletakkan sesuatu sesuka dia tanpa memperhitungkan nilai baik buruknya jadinyakan pasti menggangu orang lain. Tapi aku selalu mengaguminya. KECERDASAN menutupi segala kekurangannya. Nasehatku jadilah dirimu sendiri, ubahlah sikap CUEKmu ke arah yang positip, lebih teratur, focus dan tetap RENDAH HATI

2.   ADIL: Namanya yach segitu aja ngak mau neko- neko dan panjang lebar sama dengan karakternya. Dia lahir di Camba, 20 Maret 1985. Entah kenapa setiap saya jalan bareng ADIL saya merasa nyaman dan santai. Bagiku Adil adalah sosok teman yang sangat menyenangkan. Entah saat masih satu kost waktu di Maumere, hingga sekarang ini. Saat dinaspun saya sangat suka bergurau dengan dia. Untuk menyimpulkan karakter ADIL agak susah dengan satu kata so mesti lebih dari satu kata Kaku Tetapi PINTAR. Loh kok gitu yup setiap orang yang bertemu dengan Adil kesan pertama pasti akan mengatakan kalau Adil tuh orangnya pemalu alias KAKU kenapa? Karena dia belum mengenal Adil lebih dalam. Kalau dia sudah dekat dengan Adil dia akan mengatkan kalau anaknya memang PINTAR. Menurutku Adil cepat menguasai sesuatu yang baru. Daya tangkapnya cepat dan memorinya sangat kuat untuk mengingat sesuatu. Anaknya simple dan ngak mau neko- neko seperti namanya. Anaknya focus menurutku. Anaknya tidak sombong, suka menolong dan berbagi ilmu, orangnya terbuka jika ada masalah. Sayangnya ada sifat jelek yang tidak sesuai dengan karakterku. Ngak jauh beda dengan Dedi yaitu SEMBRONO. Orangnya cuek dengan kebersihan dan kerapihan maunya seenaknya aja. Asal nyaman buat dia yach itulah tanpa memikirkan orang disekitarnya apa mengganggu ataukah tidak. Karakternya yang jelek lagi adalah orangnya mood…moodian. Kalo lagi happy raut wajahnya segar sekali, pas ada masalah entah ma pacar pasti kerasa efeknya. Dan sifat yang mesti dihilangkan adalah KUPER dan minim PD alias Percaya Diri Kurang. Pasanku padanya Adil jadilah dirimu sendiri, beranilah untuk bergaul dengan orang disekitarmu, lebih percaya diri lagi dan tetap rendah hati.

3.   ILHAM HIMAWAN: ill itulah sebutannya dari pak Eva. Anak yang agak kurusan ini lahir di Ujung Pandang, 15 Maret 1986. Dialah yang termuda dari kami berempat so mestinya secara akte kelahiran dia mesti memanggil kami kak Dedi, kak Adil en kak Tian (yuk mari….). Kata untuk menyimpulkan dirinya di mataku adalah KREATIF & Konsisten. Secara sengaja maupun tak sengaja saya banyak belajar dari dia. Entah dia tahu ataupun tidak, kalo diam2 saya sering mencontek dia (mencontek yang baik loch bukan yang jelek). Jiwa kreatifnya memang dah terexplore sejak dia bersama kami di Maumere. Anaknya rada pendiam tapi makin usianya bertambah kayaknya makin heboh en cerewet dia, orangnya teratur, discipline, sangat menjaga yang namanya kebersihan dan rapih, orangnya UPTODATE, dia orangnya maunya yang serba PERFECT. Banyak sifat yang membuatku terinspirasi dari Ilham. Mulai dari kepintaran dia membagi waktu (duh kayak artis banget yach mesti buat schedule gitu) atas padatnya kagiatan di Maumere dan sifat konsisten dia dalam menyeleseikan sesuatu. Saya bangga memiliki teman seperti dia. Ilham tuh ibarat warna netral. Seseorang yang mudah bergaul dan berbaur dengan sapa aja dan bisa menciptakan suasana menjadi berbeda, berwarna dan bernuansa. Saya mesti mengakui kalau sepanjang di Maumere saya sering cekcok ma dia. Kalau soal sharing kayaknya dia jarang sharing ma saya. Tetapi anehnya awal mula kami di Maumere saya malah sekamar dengan dia waktu kost di Waioti. Saya masih ingat dengan tape yang sederhana dan murah meriah dan bunyinya nyaris ngak stabil tetapi selalu menemani kesunyian malam kami waktu itu. Ditambah dengan kelambu berwarna pink kalo ngak salah.. yang dipasang Ilham dengan maksud menghindari gigitan nyamuk nakal membuat suasana serasa romantic (ha…ha…ha jadi ingat waktu itu mudahan lu tertawa Ham…). Ngak ada manusia yang sempurna. Dan begitupula sobat yang satu ini memiliki sifat yang terkadang membuatku heran. Pokoknya kalau Ilham lagi ngak mood ato lagi ada masalah pasti dech terasa ampe ke kantor so terkadang membuat aku heran melihat perubahan sikapnya. Saking menginginkan yang serba perfect terkadang pekerjaan yang simple justru malah terkadang ribet en membuat saya malah jadi ngak respect ma dia. Tetapi sikap itulah yang membuat dia semakin konsisten dan teliti dalam mengerjakan sesuatu salut Ham.Orangnya ada rada Ego dikit so ngak memperhatikan effect dari tindakan dan ucapannya sehingga  membuat kita jadi sakit hati. But kesamaan aku dengan dia adalah sangat memperhatikan kebersihan, rajin, teratur dan suka berpenampilan rapih. Nasehat aku buat dia tingkatkan kreatifitasmu, lebih gemuk lagi dan tingkatkan konsistensimu jangan lupa rendah hati. I really love  that character.

Fren inilah yang dapat saya nilai dari diri kalian jika ada yang menyakitkan jangan dimasukkan ke dalam hati. Semoga kita selalu kompak dan jika ada banyak perkataan ataupun tindakan yang sudah menyakitkan selama empat tahun kita bersama dimaafkan yach……SUKSES BUAT KITA SEMUA

  

Refleksi 4 tahun di Flores

Dedyisn - Mon, 02/09/2009 - 04:35
Tak terasa, 8 februari 2009 , genap 4 tahun saya berpetualang di pulau flores. Bersama 3 teman ( ilham, christian, dan adil) dari Makassar, kami merantau di pulau yang masih sangat asing terdengar. Satu - satunya info pertama yang saya tahu tentang flores adalah tentang gempa tahun 1992. selebihnya ???…. masih blank Ada banyak kesan yang [...]

Refleksi 4 tahun di Flores

Ilham - Sun, 02/08/2009 - 16:45
aihhh betapa senangnya telah 4 tahun kulalui di Flores, Nusa Tenggara Timur. Hufuu, sebuah penjalanan panjang, lebih syahdu lagi hari ini jika diselingi dengan lagunya Bimbo “Sajadah Panjang”….~mencari rejeki, mencari ilmu…ohhooo so nice… Maumere…Minggu, 8 Februari 2009 Saat dimana 4 tahun lalu kami pertama kali menginjakkan kaki di Flores, pernah saya ceritakan kisahnya disini. Kami?…iya kami, saya [...]

printer driver i255, ip1000, ip1700, and ip1880 on linux

Dedyisn - Sun, 02/08/2009 - 07:26
Do you have difficulty on using canon printer on your ubuntu linux, i have collect driver for this printer and i have test on my OS. i’ll share the file . just fell free to ask about how to install in your OS . For how to install, just search my old article The driver For [...]

Did You know ? How to play video file in rar format

Dedyisn - Sun, 02/08/2009 - 06:49
Sometime , we download some video file in rar file. When we want to play this video , we must download all of the part. and then extract them . You can imagine if you have 7 part file . from part01.rar to part.07.rar with 100 Mb on each part. How much time that you [...]

Did You Know ? How to play .3gp, .mp4, and other video format in ubuntu

Dedyisn - Sat, 02/07/2009 - 00:24
Did you know, How to Play that format ( read .3gp, .mp4, .flv ). Sometimes we have a file from our phone with format mp4 or 3gp. when we want to play this file, the player will say that it is do not support for this format .So What did you do ? There are a [...]

Malam Berahmat dari Tuhan

Dicky - Wed, 02/04/2009 - 12:25

malam
pekat
senyap: diamlah kau setan!
tak bisa tidur
membaca
berdoa: Tuhan bawa perasaanku yang melingkar
ini kepada bau dupaMu, agar aku bisa secepatnya menjemput mentari.
hening
syukur lagi
masih tak bisa tidur
Tuhan datang: Dia sudah menaruh sejengkal
kebijaksanaan di bulirbulir otakku,
aku diharuskan untuk tabah dengan salibku
aku akan menang di jumat agung yang gemilang.
(9 Maret 2008)

mengukir senyum di pundak ayah

Dicky - Wed, 02/04/2009 - 12:22

aku adalah ujung dari ekor ayah yang mengalirkan
sejuta kebaikan alam: kebaikan, kebijaksanaan, cinta kasih,
damai sejahtera
kebersihan hati, sabar, usaha, pengorbanan dan setia.
aku melahap sembilan rahmat dari ayah sejak kecil
sejak aku lahir di awal capricorn bersinar megah:
aku ingin suatu saat senyum kemenangan terukir di pundaknya
yang kian rapuh. sebuah ukiran buatanku
(Jogjakarta, Februari 2009)

menutup hati

Dicky - Wed, 02/04/2009 - 12:19

ini salah kita, sobat
manabur kasih dalam sua.
kau menyebutnya egois, dan aku menyebutnya
cinta yang salah. ini salah untuk dilakukan lebih dalam.
aku menyerah.
aku memaafkan, kau selalu harap ini.
kau berjanji dan aku layu dalam tunggu yang tak pasti.
kita selalu melakukan halhal yang salah
aku pernah marah atas katakatamu
marah pada nyanyian yang mempertemukan kita
ada apa dengan mau kita?
aku lelah dalam salah yang melingkar
aku salah dalam setiap sentuhanmu
aku salah terlilit perasaanmu
aku mau menutup hati…kau bilang itu salah.
demi Tuhan! aku mau salah atas jauh darimu…

(buat J, sori, kita sudah melakukan banyak kesalahan, salah melangkah
salah mencintai, salah semuanya!)

kisah sarapan sumpah serapah

Dicky - Wed, 02/04/2009 - 12:09


sabtu pagi aku bangun awal sekali dan mencari kursi goyang lalu aku lapar.
ada roti dalam sebuah kantong plastk hitam, juga sebungkus kopi istan.
hmn, harum berpadu celoteh si buyung. di kursi goyang dan koran pagi: aku kenyang.
senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu lagi, minggu, tiap hari.
meski selalu merasa aneh, kembali lagi aneh, hanya aku senang karena kenyang.
seperti biasa sabtu ini ada mendapat suguhan sarapan basi! sarapan berisi cerita basi
berita basi, perilaku basi, selalu begitu.
tak terhitung radio dan televisiku berteriak saban hari, mengoceh berita basi
tak terbilang koarkoar surat kabar soal berita basi ini. mengulangulang adalah basi
sehingga aku benci yang berulangulang, apalagi jika itu basi.
bukan hanya itu, aku mendengar berita basi ini dimanamana
di jalanan, di halte, di bus, di kantor, di toilet kantor, di kantin
dalam rapat warga, selalu ada katakata basi itu
uhhh, aku muak lagi, basiii!
‘rakyat lapar karena korupsi, rakyat bunuh diri karena korupsi
rakyat tak sekolah karena korupsi, rakyat kesakitan karena korupsi
rakyat mual karena korupsi, rakyat muntah karena korupsi
rakyat berdarah karena korupsi, rakuat bernanah korupsi
rakyat kolaps karena korupsi.
rakyat kelaparan karena korupsi.
hutan gundul dekat dengan korupsi
banjir dekat dengan korupsi.
ketua rt korupsi, kepala sekolah korupsi
kepala desa korupsi, karyawan korupsi, wakil rakyat korupsi,
kepala bank korupsi, kepala kantor korupsi
menteri koruspsi, presiden korupsi, semua korupsi. Negara kita Negara
bernama korupsi! cuiihh!!! setiap hari aku mendapatkan suguhan sarapan basi
beritaberita basi dari manusia rakus berhati basi
aku harus rela sarapan basi lantas mengambil segelas air minum
tak lupa saya berkaca pada air bening itu, menyelami kedalaman nurani
aku, apakah saya si basi itu? apakah aku dekat dengan basi itu?
adakah aku bisa makan sarapan yang tidak basi, sekaligus terbiasa
medengar kata-kata tak basi? membaca berita yang tak basi?
aku bersumpah takakan menjadi manusia basi, melakukan halhal yang basi
aku tak ingin basi, apalagi menjadi basi!

(Yogyakarta, Oktober 2007)

Pagi yang Putih di Sebuah Panti Wreda!

Dicky - Mon, 02/02/2009 - 14:01



Namanya Dyah, perempuan berusia 78 tahun, asal Semarang, sudah dua tahun lebih menghuni di salah satu panti wreda di kota Jogja. Inilah informasi awal yang saya terima dari mulut Oma Dyah sendiri, ketika pagi itu matahari pecah setelah gerimis panjang menyisakkan suhu yang cukup membuat tubuh saya basah, saya sedang memulai praktik lapangan sebagai mahasiwa psikologi. Hari dimana saya pertama kali akan memulai jam perdana itu menuju jam yang tinggi menggantung diatas sana yang dekat dengan profesionalisme. Untuk itu saya mau, praktik pertama saya ini benar-benar sukses. Saya ingin menggerakkan seluruh potensi dan tenaga saya untuk ini.
***
Panti yang hangat jompo, panti jompo yang bersahaja. Kali pertama ini kami mulai dengan pengenalan situasi panti, bertemu dan berkenalan langsung dengan para perawat dan terutama para lansia itu sendiri. Saya dan teman-teman saya diterima dengan hangat sekali oleh Oma-oma disana. Saya menduga ini karena rasa kekosongan, kehampaan dan kesepian yang selalu menguntit hari-hari mereka disana, dan ternyata dugaan saya tidak meleset. Lamat-lamat kata-kata yang keluar dari mulut mereka mengarah kepada dugaan saya tadi. Tantangan pertama untuk mengasah rasa empati saya sudah dimulai! (saya kira empati adalah modal awal seorang psikolog).
Karena keterbatasan waktu kami hanya sempat menemui kira-kira sepuluh lansia dari 35 orang penghuni panti. Menarik bahwa kerinduan yang besar untuk membunuh rasa sepi dan hampa itu begitu besar seolah terobati dengan kedatangan kami. Maka mulailah segala curahan isi hati itu tertumpah! Saya memaklumi itu. Betapa bertahun-tahun hidup seolah di tempat pengasingan, jauh dari keluarga dekat, jauh dari orang-orang terkasih, tanpa ada sandaran hati, karena senyatanya mereka membutuhkan itu, mereka membutuhkan dukungan sosial yang ekstra, bahkan lebih dari itu, mereka sangat membutuhkan dukungan emosional dari orang-orang terdekat untuk mengimbangi efek dari penurunan daya tahan tubuh, penurunan fungsi-fungsi fisiologisnya. Saya membaca dukungan itu masih terlalu jauh buat mereka. Keputusan penilaian yang justru saya ambil dari awal pertemuan ini.
Dari beberapa lansia yang saya temui tadi yang paling nampak jelas adalah soal penurunan fungsi tubuh yang berimplikasi ke penyakit-penyakit ‘andalan’ para lansia, ya kesulitan berjalan karena syaraf-syaraf mulai terganggu, ya asam urat, ya jantung, ya eksim di kulit, ya demensia atau kepikunan. Ini efek fisiologisnya. Lain halnya dengan efek psikologis, meski dalam beberapa kasus akan berhubungan antara fisiologis dan psikologis, melahirkan yang namanya psikosomatis, gangguan psikologis namun yang terasakan pasien adalah gangguan fisik. Pertama, saya melihat ada perasaan kesepian, perasaan kurang diperhatikan baik oleh keluarga maupun oleh para perawat di panti itu sendiri. Ada juga perasaan seolah di jauhkan oleh keluarga sendiri, ada perasaan menolak keadaan dalam hidupnya kini. Misalnya saja Oma Dyah, yang datang dari keluarga besar (mempunyai anak delapan orang), namun masa senjanya ini seolah ‘dilabuhkan’ sendiri oleh keluarganya, tanpa ada sedikitpun keinginannya untuk ada disini. Sehingga perasaan kurang berharga dan perasaan menolak nasib itu begitu besarnya, sepanjang yang saaya tangkap dari pembicaraan empat mata selama kurang lebih 1 jam khusus dengan beliau. Perlahan suaranya bergetar sehingga titik-titik air itu tak kuasa terbendung lagi dari sudut matanya. Ahh, ibu.
Kedua, ada perasaan kurang nyaman karena berada di tempat yang kondisinya jauh-jauh berbeda dari kondisi dahulu. Soal tempat tinggal, soal makanan, soal hubungan baik dengan sesama penghuni lainnya. Hal ini memicu rasa ketidaksukaan, meratapi kenyataan hidup yang tidak menyenangkan bahkan seolah menolak nasib tadi. Ini karena kualitas pelayanan panti bergantung kepada ongkos yang dibayar oleh pihak keluarga/donatur kepada pihak panti, misalnya sekian rupiah per-bulan untuk sekamar berempat atau sekian rupiah lainnya untuk sekamar hanya berdua. Hal ini juga kadang menimbulkan kecemburuan sosial sehingga menambah beban perasaan bahwa dirinya tidak diperhatikan ketimbang si A yang diperhatikan dengan tanda bahwa jenis kamar si A lebih baik dengan jenis kamar yang ia tempati. Dan soal bergosip satu sama lain juga ada disana, membicarakan kejelekan satu sama lain, bahkan menambah beban batin lansia itu sendiri, sperti halnya yang dialami Oma Dyah tadi.
Saya pun ikut sedih, namun saya sampai pada titik pikiran bahwa saya tidak boleh menilai jelek keluarga yang menempatkan bagian dari keluarganya itu ke panti ini. Bagi saya akan terlalu terburu-buru, ketimbang saya menilai hambatan-hambatan psikologis yang mereka alami selama pembicaraan kami berlangsung. Tentu keluarga punya alasan tersendiri dari tingkat yang paling tidak masuk akal hingga yang paling masuk akal. Entahlah. Bagi saya yang penting adalah bagaimana agar kesejahteraan para lansia ini bisa terpenuhi dengan baik dan penuh sebgaimana lansia-lansia lainnya yang ada di luar panti. Toh mereka juga sama-sama manusia, yang diberi hak sama oleh Tuhan, juga mendapatkan hak yang sama dari saya atau anda atau dari pihak pemerintah. Yang terakhir ini saya kira jelas karena sudah termaktub dalam falsafah dasar dan konsitusi Negara kita.
Ada hal-hal menarik dari pembicaraan kami, misalkan saya Oma Dyah begitu antusias membahas isu-isu sosial semacam tindakan kriminil masyarakat sekarang ini, soal perilaku seks beresiko yang melanda para kawula muda masa kini hingga soal ekonomi megeri yang carut-marut ini. Wah, saya makin kagum sama beliau, terlepas dari indikasi dirinya yang sedikit cemas. Ternyata di usia 87 ini Oma Dyah masih mampu mengkritisi keadaan sekitar. Salut deh.
Ternyata waktu terasa begitu cepat berlalu hingga membawa pembicaraan emosional kami harus berakhir. Mereka begitu bahagia dan seakan sulit melepaskan kami, pasalnya beberapa menit berikutnya mereka pasti sudah berhadapan dengan tembok yang bisu, dengan baik buruknya perilaku sesama penghuni panti, dengan ketatnya peraturan yang mungkin bagi sebagian dari mereka terlalu berlebihan, sulit dilakukan atau malah akan tidak bernilai apa-apa dalam bilik terdalam perasaan mereka.
Sebelum berpisah kami menyempatkan diri berfoto bersama. Oma Dyah begitu antusiasnya berfoto dengan saya, katanya, ‘‘nak Chris, jangan lupa yah entar di cetak, dikirim kesini yah…’’. Saya memegang tangan Oma Dyah dengan erat, merapatkan sisi tubuh saya, tersenyum dan…cheeeeeers!!!! Ah, bahagianya hari ini. Katanya dengan terbata-bata, ‘Oma sudah siap mati, setiap malam oma berdoa kepada Tuhan Yesus supaya Oma diberi kekuatan, di beri ampunan, agar nantinya Oma bisa pergi dengan tenang, dengan damai, dengan hati yang lega…’. Amin, jawab saya. Dalam hati saya berdoa agar Tuhan memberikan ketenangan hati dan pikiran buat Oma Dyah dan semua penghuni panti, bisa mengisi waktu senjanya dengan menanam kasih, berbagi kasih dan hidup dalam kasih, kasihNya yang putih dan abadi…
***
(Pengalaman tadi membawa pikiran saya jauh melayan, menembus batas ruang imaji saya, dan menyisakan sebuah lingkaran berisi sebuah pernyataan ke pertanyaan besar: saya masih hidup dan mungkin akan hidup lebih lama hingga tua nanti, adakah rasa syukur saya biosa terus berkumandang dalam hati, dalam hidup harian saya? Sungguh saya membutuhkan waktu untuk menjawabnya. Bagaimana dengan Anda?)
(Bumijo Lor, 2 Februari 2009)

Isi Bensin? Pake trik Juga loch…

Christian - Mon, 02/02/2009 - 13:21

Mau sharing dikit nih bacaan dari milist KaFC (karisma_fans_club(at)yahoogroups.com )

1. Isi Bensin baiknya di Pagi hari aja.

Saat suhu permukaan tanah masih dingin. Setiap pom bensin menyimpan bensinnya di ruang penyimpanan di bawah tanah. Semakin dingin suhunya, maka bensin akan semakin padat,
sedangkan saat suhu menghangat, bensin akan _memuai _(!)

Maka, kalo kita isi bensin di sore atau malam (saat suhu tanah masih panas), bensin akan memuai, artinya VOLUME yang terbaca oleh meteran akan menjadi lebih besar dari VOLUME sebenernya.

Dalam bisnis BBM ini, penambahan suhu 1 derajat besar bedanya. Tapi semua pom bensin (service station) nggak punya alat untuk mengkompensasikan perbedaan ini untuk konsumen.

2. Saat isi bensin, jangan mengatur bukaan nozzle ke fast mode.

Mostly karena di sana kita ngisi bensin sendiri alias self-service. Tapi bisa kita coba di sini ngasi tau ke tukang ngisinya supaya setting ke slow mode (bisa nggak ya?).

The trigger punya 3 level : low, medium, high. Di slow mode, kita memasukkan bensin secara perlahan, dan akibatnya adalah meminimalisasi terciptanya vapor (uap) dari bensin tsb.

Semua selang di pom bensin punya vapor return (artinya kira2 : jalan kembali bagi uap bensin). Kalau kita setting ke FAST mode, maka sebagian dari bensin (yang berbentuk cair) akan berubah menjadi vapor (uap) dan akan tersedot balik ke tangki penyimpanan, jadinya bensin yang masuk ke mobil/motor kita lebih sedikit dari yang tertera di meteran.

Trus kalo di SLOW mode nggak sempet berubah menjadi uap? mungkin gitu. Atau paling nggak lebih lambat berubah jadi uap. Mungkin lho.

3. Baiknya isi bensin saat tangki  masih berisi setengah (an half)

Karena semakin banyak tangki bensin kita berisi bensin, semakin sedikit udara yang ada di sana . Petrol (bensin) menguap jauh lebih cepat dari yang kamu bayangkan. Tangki penyimpan bensin punya atap yang mengapung di dalamnya (internal floating roof), yang berfungsi sebagai pemisah antara bensin dan udara di dalam tangki.

Trus hubungannya sama hemat bensin apa ya?

mungkin gini:
kalo di Pom bensin, mereka punya internal floating roof, jadi mereka nggak akan mengalami pengurangan bensin karena menguap, sedangkan di mobil/motor kita nggak ada, jadi harus kita atur sendiri.

4. Don’t fill fuel jika pom bensin sedang diisi

Kemungkinan besar isi bensin di ruang penyimpanan (storage tank) sedang teraduk sehingga kotoran (yang biasanya ada di dasar) akan terangkat dan bisa terbawa masuk ke tangki bensin mobil/motor kita.


 

 

Launching Flobamora Community

Tuteh - Sun, 02/01/2009 - 12:43
Sebelomnya ada :



Fiuh!
Kemarin Sabtu, 31 Januari 2009, jadi hari bersejarah lho secara apa yang telah lama direncanakan (dan sempat tertunda2) akhirnya terlaksana! Yup! Launching FLOBAMORA COMMUNITY!



Dari Ende kita ada 2 mobil rombongan terisi 15 orang :D tiba di Maumere jam 10 gitu jadi acara yang direncanakan jam 10 mulai, diundur jam 11 gitu deh. hehehe. Mobil rombongan dari Ende, setelah rehat bentar di rumah Bu Ati, meluncur ke Flores Sao Resort, Waiara Maumere. Tiba di sana sudah ada beberapa peserta hadir.
Lantas modul tentang blog; Dasar NGEBLOG dibagi2 oleh Mama Mery (hihihi dipanggil 'Mama' karena emang keibuan banget dan tanggung jawab banget sama kita2). Mama Mery juga tau aja kalo rombongan Ende ini rada kelaparan :D jadi langsung deh kita nikmatin dulu snack ama minumnyah.

Acara di Flores Sao Resort, Waiara - Maumere.
Acara dibuka oleh MC; sayah (halah). Langsung aja dimulai dengan Kata Sambutan dari Pak Deddy Suhendry selaku Fasilitator kitah.



Disusul sama Kata Sambutan dari Bang Ooyi sebagai Ketua FC. Acara berikutnya adalah makan siang! Doa makannya ditodonglah Arafah hehehe. Arafah si cewek ber-hijau-hijau :D
Next; persentasi soal blog (sample; wordpress) dan akses to Flobamora Community oleh Dedy Isnandar. Ada sesi tanya-jawab juga. Lanjut ada penambahan soal untungnya ngeblog by Tuteh dan Ilham :D hehehe. Kayaknya Tuteh dan Ilham juga nggak mo kalah niy :D *ngakak*
Senengnya karena kemarin itu juga hadir Pak Umbu lho... Kepala Kantor Telkom Maumere.

Next kita lanjutkan dengan GAMES!

Games di pantainya.
Ada 3 games; tim Karung, tim Sarung dan tangan kisut. Tangan kisut inih nih yang ehem2 :D



Aduh bo... lucu pisan acaranya sehingga dirikyu nggak tahan dan langsung terjerembab di pasir! Igh, nggak tahan banget dah! Tapi dengan games ini kebersamaan semakin erat terjalin, seperti jalinan tangan di games tangan kisut :P hikikikiki...

Mini-Workshop.
Habis serius2 launching dan seru2 games, kita lanjutkan dengan mini workshop di FLOBAMORA NET. Di situ suasananya adem banget yak? COZY banget tuh warnetnya, jadi gimanaaa gitu rasanya :P betah deh ah.

Oke, jam 7 saatnya pamit dan pulang ke Ende! Rombongan dari Ende PUAS banget!




Btw, ntar baru sayah update lagi foto2nyah. Menyusul! Sekarang lagi sambil siaran neh, juga sambil nodong2 Eben buat artikelnya ke Flores Pos :D
Sementara foto2nya bisa dilihat di Flobamora Community atau di Facebook Group Flobamora Community. Oke?

Wassalam.

The Phenomenon Of Change

Dicky - Sun, 02/01/2009 - 12:40

Perempuan Perkasa Dari Timor

Dicky - Sun, 02/01/2009 - 12:32

O'of Village - South Central Timor
(foto from Aja Bordeville)

Herosase

Dicky - Sat, 01/31/2009 - 04:52
sejam aku menguntitmu yang sedang menjelajah
bumi manusia
aku ragu melihat kau yang takut
aku maklum melihat dunia manusia
yang kacau
aku menangkapmu kemudian: bergulat dengan tipu
daya
kau sedang menyiapkan waktu untuk membunuhku
membunuh kebaikan.
aku tak boleh kalah.

Selingkuh!

Dicky - Sat, 01/31/2009 - 04:50


aku sedang memandang potret diri kita.
aku, kau dan sahabat kita
sangat bahagia, bergumul dalam tawa
sesaat ketika aku sadar kau dan dia diamdiam
sedang membunuh bayanganku.

Membangun Kesadaran

Dicky - Sat, 01/31/2009 - 04:43



selamat sore,
mohon maaf aku sedang sibuk.
sabar sedikit
aku sedang menyulam jaringjaring fantasi
untuk menadah titiktitik air hujan
dari langit, dan mendulangnya dengan bau tanah
sepanjang sore ini
buat sadarku. aku ingin dia merdeka
bukankah dia penting bagiku?
mohon maaf, sabar sedikit.
terima kasih
(Januari 2009)

Hasrat Pagi

Dicky - Sat, 01/31/2009 - 04:39


(buat Ayah, Ibu dan Perempuanku)

‘aku memilih melahirkan di jam dua pagi
saat kelopakmu belum mekar (sebelum tersentuh
lengan jejaka madu)
ini karena aku berniat di jam tiganya
payudaraku sudah meneteskan kekuatan untuknya.
itu saja.’

aku sedang menyusun ruh ibu yang pagi,
dua puluh dua tahun lalu:

ibu, aku rindu puting susumu!
aku rindu hangat rahimmu!
aku rindu lembar keringat di ketiakmu!
aku rindu bau nafasmu!

itu dulu. lama sekali
aku terpisah dari ibu karena bahasa: karena
ayah
mengikat ibu dengan nalurinya
dari rahim ke hati
dari perut ke paha

Belahan Jiwa

Dicky - Sat, 01/31/2009 - 04:30

aku menciummu dua malam penuh
tanpa lelah
dengan cinta yang terangkai bagai surya
pagi yang menggantung di timur (merah menggoda)
kenapa kau masih ragu dengan niatku ini?
semalam aku menaruh dua apel di perutmu:
biar ruh cintaku menyala hingga ke rahimmu
melilit rindu jadi darah
yang siap mengalir ke hatimu: percayalah aku bukan arjuna
kesiangan dalam hidupmu.
kau pasti percaya dengan belahan hati yang terbelah
saat ariarimu terpotong puluhan tahun lalu,
saat bau anyir itu memecah pagi: itu aku sayang!

(Bumijo Lor, jam 02.46 pagi)
Syndicate content