Menjamurnya Warnet di Flobamora PDF Print E-mail
 
Written by Tuteh Pharmantara, on 14-02-2009 23:17
Average user rating    (0 vote)

Jaman sekarang, siapa yang tidak kenal internet? Orang kantoran, anak sekolahan, masyarakat umum (bahkan ibu rumah tangga), semua kenal internet. Sayangnya opini publik yang terbentuk, atas pengamatan satu arah—dari kacamata yang sama, bahwa masyarakat NTT acuh pada perkembangan teknologi. Masyarakat NTT acuh pada internet. Masyarakat NTT BUTA INTERNET.

Internet, dari waktu ke waktu, telah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tidak peduli kota besar atau kota kecil. Intinya adalah masyarakat butuh internet. Tidak ada manusia yang mau hidup tertinggal bukan? Namun ‘keadaan’ lah yang harus diterima. Dan keadaan, yang terlihat dari balik kacamata datar itu, telah membentuk opini publik bahwa masyarakat NTT buta internet. Bahwa masyarakat NTT tertinggal.

Sebenarnya seberapa jauh kah NTT tertinggal?

Sebenarnya, tidak ada yang tertinggal bila pembangunan di negeri ini merata atau, dalam bahasan ini, bila layanan internet di NTT cukup tersedia seperti di kota-kota besar.

Secara umum, antara tahun 2002 – 2003, warnet yang ada di pulau Flores mematok harga sewa sebesar Rp.12.000/jam. Harga yang mahal untuk pemakaian internet selama 1 jam saja. Tanpa diskon. Bahkan ada warnet yang menerapkan aturan “minimal pemakaian: 1 jam”. Artinya: pemakaian internet selama 10 menit pun tetap harus membayar Rp.12.000. Memang aneh dan sedikit tidak adil. Tapi karena kebutuhan, masyarakat tidak memprotes.

Akhir tahun 2008 merupakan awal, wajah baru, dari kebutuhan internet di NTT khususnya pulau Flores. Selama bertahun-tahun masyarakat memuaskan diri dengan layanan umum internet (warung internet) yang terbatas dan mahalnya pemakaian internet dari rumah, akhirnya keinginan mereka terwujud dengan hadirnya SPEEDY. Speedy: layanan internet dari Telkom dengan berbagai pilihan kelas sesuai kemampuan masyarakat.

Karena adanya kelas-kelas layanan Speedy tersebut, masyarakat awam tak ragu untuk berlangganan. Lebih jauh lagi mengenal internet, tanpa harus mengantri di warnet.

Para Pengusaha warnet pun boleh menghela nafas lega. Dengan menggunakan Speedy untuk layanan internet di warnet mereka, harga sewa berinternet pun bisa jadi lebih murah dari sebelumnya.

Sekarang rata-rata harga sewa internet dipatok Rp.5.000/jam. Harga yang berada di tengah-tengah ini (karena ada pula warnet dengan harga sewa Rp.3.000/jam tapi akses di bawah standart) terbilang murah karena akses yang dinikmati oleh masyarakat sangat memuaskan. Kencang. Cepat. Tak perlu menunggu lama. Sebagai contoh yang sudah mulai mengaplikasikan teknologi Speedy di Maumere contohnya sudah ada :

Flobamora NET – sekitaran Jl. Soekarno-Hatta,

Star Warnet di Dr. Sudirman, dll.

Silahkan anda mencobanya sendiri dan rasakan nyamannya berinternet di Maumere.

Kalau di Ende, Ada Zymanet, jalan Yos Soedarso – Ende

Masih ada beberapa warnet yang belum sempat kami cek di seluruh lokasi di flobamora. Contohnya lokasi kupang karena kami masih kekurangan kontributor dari pulau Timor.

Dengan hadirnya Speedy di pulau Flores, internet jadi lebih mudah ditemui. Internet jadi lebih murah.

Melihat masih banyak masyarakat yang mengantri untuk bisa mengakses internet di warnet-warnet, mungkin Anda bisa jadi Pengusaha warnet berikutnya?


Jadi, bila Anda hendak mengunjungi NTT, khususnya pulau Flores, tidak perlu takut. Ada banyak warnet tersedia dengan kecepatan akses yang oke.


Last update: 25-02-2009 17:17

Quote this article in website Favoured Print Send to friend Related articles Save this to del.icio.us

Users' Comments (0)

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

Supported By

Advertisement

Banner

Komunitas Bloger NTT

Shoutbox

Name :
Web URL :
Message :

Campaign



bloggerpeduli

Member Flobamora

 Sumarni Bayu Anita
 Etchon Ata Ende
 Ilham Himawan
 Lucky Manafe
 Valdo Reinald
 mery lusiani

Powered By SEO Blog